Inilah Perbedaan Mengemudi Di Jalan Beraspal dengan Beton

Pemakai kendaraan roda empat atau lebih sewaktu lewat di jalan tol kerap menemukannya situasi jalan yang berlainan. Tujuannya, gabungan di antara susunan aspal serta beton.

Sewaktu lewat di jalan beraspal akan merasa semakin nyaman, pastinya soal ini sebab roda mendapat grip yang lebih baik.

Berlainan dari jalan beton, dimana grip kurang baik serta tingkat keributan ke kabin pula tambah tinggi.

Pelatihan Director The Real Driving Center ( RDC) Marcell Kurniawan menjelaskan, ada sejumlah ketidaksamaan di antara jalan aspal serta beton.

Menurut Marcell, jalan aspal miliki visibilitas yang lebih baik. Disamping itu, pula marka jalan lebih tampil ketimbang dengan beton.

“Pada dasarnya hampir mendekati, akan tetapi di aspal kita akan mendapat grip yang lebih baik, keributan yang lebih sedikit, serta visibilitas yang lebih baik. Sebab berwarna gelap hingga marka jalan akan tampil lebih kontras,” ujarnyaSedangkan jalan beton traksi ban sedikit kurang baik, serta mempunyai tingkat keributan yang tinggi. Dikarenakan, adalah tidak berwarna gelap hingga sebabkan minimnya kontras dari marka jalan.“Beton saat ini banyak dimanfaatkan karena durabilitas yang lebih panjang dari aspal. Akan tetapi, keributan tinggi, traksi ban dengan jalan tidak sebagus di aspal,” ujarnya.

Marcell lantas memberi sejumlah panduan waktu mengemudi di jalan beraspal maupun di jalan beton. Mulai jalan aspal, pengemudi mesti lebih perhatikan kecepatan kendaraan.

“Hal ini sebab kenyamanan yang diberi oleh aspal terkadang bikin pengemudi lupa untuk mengontrol kecepatan. Contoh seperti kecelakaan yang berlangsung di Jalan Tol Jagorawi,” ujarnya.

Selain itu, sewaktu melalui di jalan beton harus perhatikan situasi jalan serta mengontrol jarak aman. Marcell menganjurkan, sedikitnya tiga detik dengan kendaraan yang berada pada depannya.“Saat berkendara di concrete, yakinkan pula kita mengontrol jarak aman secara baik, sedikitnya selang kita dengan kendaraan di muka ialah 3 detik serta imbuhkan beberapa detik tambahan jika visibilitas mengalami penurunan atau jalan licin,” ujarnya.Mengontrol jarak itu diperuntukan supaya pengendara bisa lakukan tindakan serta berhenti pas waktu di jarak yang pas jika di muka kita ada kemampuan bahaya.

sumber:kompas

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy