Sering Alami Sesak Napas? Coba Ketahui Manfaat Posisi Pronasi Ini!

Anda mungkin masih awam dengan istilah pronasi, tapi tidak asing dengan posisi tidur tengkurap yang acap dilakukan. Dalam istilah medis, pronasi adalah posisi tidur berbaring tengkurap yang direkomendasikan untuk orang yang mengalami masalah pernapasan, misalnya pneumonia, alami flu atau influenza hingga pasien yang melakukan karantina mandiri di rumah akibat gejala ringan COVID-19. Manfaat posisi pronasi untuk kesehatan perlu Anda ketahui bila mengalami masalah pernapasan berikut.

Read More

4 Manfaat Posisi Pronasi untuk Kesehatan Anda

Bila Anda mengeluhkan gejala sesak napas, maka bisa melakukan teknik proning ini. Pada orang yang menderita COVID-19 pun, posisi pronasi direkomendasikan untuk orang yang mengalami saturasi oksigen di bawah 94 %. Anda yang alami masalah pernapasan seperti sesak napas, flu atau pneumonia bisa melakukan posisi pronasi di rumah.

Meskipun demikian, ada baiknya tetap melakukan konsultasi dengan ahli guna mencegah dampak buruk pronasi yang tidak sesuai dengan kondisi tertentu. Ada orang-orang yang tidak boleh melakukan posisi pronasi meski mengalami gangguan pernapasan, misalnya wanita hamil, menderita luka bakar di bagian wajah, menderita patah tulang leher dan dada, pernah menjalani operasi pada trakea, dan orang yang memiliki riwayat penyakit jantung. Bila Anda tidak memiliki risiko terhadap kesehatan tersebut, maka tidak ada salahnya melakukan proning.

Berikut manfaat posisi pronasi untuk kesehatan yang wajib Anda ketahui yaitu :

1. Membantu saluran napas lebih lapang

Kantung udara atau alveoli di paru-paru Anda akan mengembang sehingga bisa membantu mengeluarkan cairan di paru-paru. Saluran napas bisa menjadi lebih lapang sebab terjadi peningkatan kadar oksigen dalam tubuh Anda. Anda yang sering sesak napas bisa merasa lebih nyaman bila memakai teknik proning ini.

2. Bisa mengatasi masalah sleep apnea

Sleep apnea atau tidur mendengkur memang cukup mengganggu, tetapi Anda bisa memakai posisi pronasi atau tidur tengkurap guna mengatasi masalah pernapasan tersebut. Tentu posisi leher netral bisa membantu resistensi terhadap pernapasan akan berkurang.

Aliran pernapasan akan lebih mudah bagi orang yang mengalami tidur mendengkur ini. Hanya saja Anda juga harus tahu bahwa tidur tengkurap tidak direkomendasikan untuk orang yang rentan alami sakit kepala atau sakit leher. Penggunaan bantal lembut direkomendasikan agar posisi leher tetap aman, ya!

3. Bisa mengurangi kebutuhan penggunaan alat bantu pernapasan

Manfaat posisi pronasi untuk orang yang menderita penyakit tertentu atau menjalani perawatan di rumah atau rumah sakit. Hal ini sudah dibuktikan dengan riset yang menunjukkan bahwa orang yang alami gangguan pernapasan dan rajin melakukan pronasi bisa mengurangi kebutuhan alat bantu pernapasan seperti ventilator. Selain itu, risiko orang meninggal akibat gagal napas bisa ditekan sebaik mungkin.

Meskipun posisi pronasi bisa dilakukan secara mandiri di rumah, tetapi Anda harus tetap memperhatikan prosedur melakukan pronasi dengan benar. Jangan sampai salah posisi sehingga gerakan otot leher menjadi tidak nyaman atau kaku setelah Anda bangun tidur nanti. Sebaiknya posisi pronasi dilakukan 1-2 jam setelah makan dan siapkan sekitar 4-5 bantal untuk memberikan kenyamanan Anda nanti.

Anda perlu menempatkan bantal lembut 1-2 di bawah dada, sedangkan dua yang lain di bawah lutut atau kaki. Anda harus memastikan posisi kepala tetap nyaman dengan posisi leher netral, kemudian bisa menikmati manfaat posisi pronasi ini. Bila memungkinkan bangun tidur, sebaiknya ubah posisi menjadi menyamping dalam 1-2 jam untuk mencegah otot leher terasa kaku. Selama melakukan teknik pronasi ini, tidak ada salahnya mengecek rutin saturasi oksigen Anda agar bisa bernapas lebih nyaman.

 

Sumber

https://www.alodokter.com/pronasi-posisi-tidur-tengkurap-pada-penderita-covid-19

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.