Waspadai Dampak Buruk Gigi Berlubang Pada Anak dari SehatQ.com

waspadai-dampak-buruk-gigi-berlubang-pada-anak-dari-sehatq-com

Gigi berlubang pada si kecil memang hal yang sering terjadi. Namun, Anda tidak boleh menganggap gigi berlubang sebagai hal lumrah. Tidak hanya bisa berdampak pada gigi yang copot atau si kecil bakal mengeluh sakit gigi, Anda harus mewaspadai dampak buruk kemudian hari. Oleh sebab itu, para orangtua wajib memantau kesehatan gigi sang buah hati tercinta dengan membiasakan sikat gigi setelah makan dan menjelang tidur. Berikut rangkuman SehatQ mengenai dampak buruk yang bisa terjadi akibat gigi berlubang pada anak:

1. Mengalami sakit gigi

Duh, si kecil mengeluh sakit gigi jelas membuat para orangtua cemas karena rasa sakit mempengaruhi saraf gigi begitu hebat. Nyeri berdenyut bisa membuat nafsu makan si kecil menurun karena terasa hebat saat mengkonsumsi makanan panas atau dingin. Jangan sampai nyeri akibat sakit gigi membuat anak mengalami gangguan konsentrasi dan kenyamanan, ya!

2. Gigi patah

Gigi si kecil yang berlubang, namun tidak segera dibawa ke dokter bisa berakibat pada gigi mengalami patah, copot atau keropos. Bentuk gigi anak menjadi tidak teratur hingga berwarna kehitaman yang mengganggu.

Biasanya gigi susu akan berubah menjadi gigi permanen sejak usia 6-7 tahun, sedangkan geraham mulai usia 10 tahunan. Jika Anda biarkan gigi si kecil berlubang, maka kerusakan gigi bisa membuat rasa percaya dirinya berkurang saat tersenyum atau bicara.

3. Mengalami abses gigi

Gigi anak yang kurang terawat bisa memberikan risiko abses gigi atau benjolan bernanah yang terjadi pada akar gigi akibat infeksi bakteri. Rasa nyeri luar biasa bisa dirasakan si kecil akibat abses gigi. Sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke klinik gigi terdekat melalui aplikasi SehatQ, ya! Pasalnya, abses gigi yang dibiarkan bisa berdampak pada infeksi bakteri yang menyebar ke jantung, tulang dan penyumbatan pembuluh darah otak.

4. Kerusakan calon gigi tetap

Berkaitan dengan poin nomor 2 bahwa gigi berlubang bisa menyebabkan gigi patah, copot atau keropos. Dampak buruk gigi berlubang pada si kecil bisa merusak calon gigi tetap di bawahnya. Anda jelas tidak ingin gigi si kecil menjadi lebih sensitif terhadap makanan kelak. Gigi tetap yang telah rusak dan rapuh bisa menyebabkan risiko karies, lubang gigi baru atau memiliki warna kuning kecoklatan yang mengganggu penampilan.

Penting sekali untuk membiasakan anak memiliki kebiasaan menggosok gigi rutin minimal dua kali sehari atau sesudah makan dan sebelum tidur. Jangan lupa untuk mengontrol makanan dan minuman yang dikonsumsi anak, ya! Usahakan untuk menghindari jenis makanan yang mengandung terlalu banyak gula seperti coklat, minuman manis dan lain-lain. Berkumur setelah makan sangat dianjurkan agar sisa makanan bisa hilang. Sisa makanan yang terkumpul setelah makan bisa menyebabkan plak.

Gunakan layanan SehatQ untuk mendapatkan rekomendasi dokter gigi terbaik

Anda yang memiliki buah hati, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke klinik gigi sejak si kecil mengalami tumbuh gigi. Perawatan yang benar bisa mengurangi risiko gigi anak berlubang kemudian hari.

Jika gigi si kecil sudah terlanjur berlubang, Anda bisa berkonsultasi dan melakukan penanganan lebih lanjut ke dokter gigi rekomendasi SehatQ.com, ya! Profesionalitas dokter terkait bisa menjadi alasan Anda menggunakan aplikasi online ini. Tinggal klik saja, Anda bisa melakukan konsultasi gratis, booking perjanjian atau mencari informasi jam praktek klinik gigi yang terdekat dengan domisili. Mudah dan praktis, bukan? Yuk, gunakan situs SehatQ untuk mendukung kesehatan gigi Anda dan keluarga!

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy